Epiloq senin / 2 maret 2009
Pukul 18.00-18.30 WIB

EYE SHIELD 21
Menyilaukan ( penjaga garis depan )

eyeKurita ketemu dengan Yamamoto Onihe, the number one of line back. Onihe merupakan orang yang sangat dikagumi Kurita, awalnya mereka bertemu ketika Kurita masih SMP dimana saat itu adalah pertama kalinya bagi Kurita, Hiruma dan Musasi membentuk klub rugby. Saat pertandingan pertamanya dengan Kurita, Onihe begitu memperhatikan Kurita karena selalu berbuat baik pada lawan bertandingnya, sehingga membuat Onihe ingin melawan Kurita one by one.
Begitu pertandingan dimulai, Onihe berhasil menghentikan Kurita hanya dengan memegang kedua tangannya saja. Kemudian Onihe mengajarkan kepada Kurita bagaimana menjadi line yang baik, yakni line jangan mengandalkan besar tubuh saja. Selain itu seorang line harus menjadi laki-laki yang keras dan tekun serta harus menjaga pertahanan dengan baik, agar tidak merepotkan teman-temannya.
Pada akhirnya Kurita menyadari kekurangannya dan bertekad untuk menjadi line yang baik.
Pertandingan babak pengisian menuju Christmas Ball telah dimulai kembali, dimana yang bertanding adalah SMU ASHIBATA (tim Onihe) dan tim DEER. Tentu saja tim Devil Bat tidak melewatkan pertandingan tersebut, mereka sangat bersemangat untuk mendukung tim Onihe.
Awalnya tim Onihe unggul 14 point, namun tiba-tiba muncul 2 anggota di tim lawan, yang memiliki postur tubuh sangat besar dan tinggi. Karena kemunculan mereka tim lawan mulai mengejar angka, hingga pada akhir pertndingan, tim Onihe kalah dengan skor 14 – 31.